Wednesday, February 15, 2012

DIARE KARENA VIRUS

Apakah anak anda pernah terserang diare mendadak saat usianya masih hitungan bulan? Anakku Ravelio sudah 3 kali mengalaminya. Pertama saat usianya masih 2 bulan, kemudian 6 bulan, dan terakhir bulan lalu saat dia masih berusia 9 bulan. Pertama kali Ravel mengalami diare, dokter mengatakan bahwa itu biasa terjadi pada bayi yang sedang menyusui. Karena salah satu manfaat ASI adalah sebagai laksatif/obat membersihkan sistem pencernaan bayi. ASI juga akan melapisi sel-sel usus halus yang masih terbuka dengan antibodi dari ASI, sehingga terlindung dari resiko alergi dan gangguan pencernaan. Selain itu, saat buang air maka bilirubin yang tidak terpakai dalam tubuh akan dibuang melalui tinja. Akhirnya dokter hanya memberi L-Bio untuk melindungi usus Ravel.

Ketika berusia 6 bulan, Ravel kembali mengalami buang-buang air. Pada saat itu ia sudah tidak menyusui karena ASI saya sudah tidak berproduksi. Saya mulai kuatir, mengapa dalam sehari ia bisa 8 kali buang air? Kondisi faecesnya pun encer, sedikit berlendir, tidak ada darah, ada sedikit bulatan-bulatan (orang tua saya menyebutnya seperti biji cabe - kata orang jaman dulu, tandanya anak mau pintar). Ah, saya tidak tahu apakah mitos itu benar, tetapi saya kuatir Ravel akan kekurangan cairan jika buang air terlalu sering.

Saya pun membawa Ravel kembali ke dokter, dan dokter menyarankan untuk tes lab karena dokter curiga Ravel terserang disentri. Anehnya, hasil tes lab menunjukkan bahwa tidak ada yang perlu dikuatirkan. Tidak ada bakteri, amoeba, jamur atau kelainan lain pada faecesnya. Akhirnya dokter pun hanya memberikan L-Bio dan Zinc untuk melindungi ususnya.

Bulan lalu, Ravel kembali mengalami diare yang dalam sehari tidak terhitung banyaknya! Anusnya mulai mengalami ruam parah. Saya membawanya ke beberapa dokter tapi semua tidak memberi jawaban yang memuaskan. Terakhir saya membawanya ke dokter dengan hasil tes lab yang kembali menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dikuatirkan. Walaah, sehari bisa 15 kali lho, Dok!

Dokter lalu menjelaskan, salah satu penyebab diare adalah virus. Virus ini tidak ada obatnya. Satu-satunya yang bisa menyembuhkannya hanya meningkatkan daya tahan tubuhnya. Tidak ada cara lain. Oh my God!

Ibu mana yang tega melihat anaknya berkali-kali buang air dalam sehari? Melihat anusnya ruam parah sampai bukan merah lagi warnanya tetapi hampir ungu! Tapi saya mencoba menguatkan hati dengan banyak berdoa. Saya berusaha untuk meyakini saran dokter terakhir. Yang terpenting adalah Ravel tidak boleh kekurangan cairan. Jadi daya tahan ususnya terus disupport dengan Zinc, Lacidophil, dan Pedyalite.

Puji Tuhan, buang-buang air Ravel perlahan mulai menunjukkan perkembangan. Mulai dari 9 kali sehari, kemudian 8 kali sehari, 6 kali sehari, 3 kali sehari, sampai akhirnya pola buang airnya kembali normal. Fiuh, benar-benar moment-moment yang tidak akan pernah saya lupakan! Karena selama seminggu saya cuti kerja untuk menjaganya 24 jam. Bobot saya pun turun 3 kilogram. Capek jelas, tapi stress juga pasti.

So, buat para ibu yang mengalami kejadian sama seperti anak saya, sebaiknya periksakan faecesnya ke lab untuk mendapatkan petunjuk yang jelas mengenai penyakitnya. Tujuannya agar pemberian obatnya tepat. Semoga membantu :)

Monday, February 13, 2012

MERAIH MIMPI

Aku punya mimpi yang besar, baik untuk diriku sendiri maupun untuk keluargaku. Anak-anakku adalah inspirasi terbesarku yang selalu memberiku kekuatan untuk terus berjuang meraih mimpi-mimpiku. Mungkin kalau dibuat tes untuk mengetahui mimpi tiap-tiap orang, hasil tes akan menunjukkan bahwa aku adalah salah sedikit orang yang SELALU MEMILIKI MIMPI YANG BERGANTI-GANTI. Tapi keseluruh mimpiku itu intinya sama, aku hanya ingin menyenangkan orang-orang yang kusayangi.


Hari pertama Raphita bertemu dengan adiknya, Ravelio

Akhir Januari ini aku bergabung dengan d'BC Network. Salah satu jaringan MLM Oriflame. Siapa sih yang nggak tahu apa itu Oriflame? Tapi mungkin nggak banyak yang tahu apa itu d'BC Network. Melalui sahabat kostku Mia Kusumawati yang kini sudah meraih level Diamond Director, aku diperkenalkan lebih jauh tentang d'BC Network. Dan yang paliiiiiiing penting, Mia membuatku tersadar bahwa setiap orang memang berhak mempunyai mimpi-mimpi. Tapi sebatas mana mimpi itu hanya sekedar mimpi atau menjadi kenyataan, keputusannya ada di tangan kita ...

Aku tahu bahwa apa yang akan kujalani mulai dari akhir Januari kemarin bukanlah sesuatu yang mudah. Butuh kerja keras dan semangat yang tinggi. Sekali lagi, anak-anakku adalah kekuatanku. Dengan usaha dan doa, aku yakin suatu hari nanti aku pasti berhasil mewujudkan mimpi-mimpiku. Demi anak-anakku ...

Saturday, February 11, 2012

Sekolah yang tinggiiii!

Wih, nggak terasa tahun ini Raphita sudah masuk SD. Kalo dipandang-pandang, ajaib karena tiba-tiba dia sudah terlihat seperti 'gadis kecil', bukan my honey bunny sweetie pie yang masih 'bayi' itu :P



Di Perumahan Citra Raya ini, untungnya ada sekolah swasta yang lumayan bagus dengan harga terjangkau. Jadi ke sanalah Raphita akan melanjutkan pendidikannya di jenjang SD. Mengingat waktu suka tau-tau berlalu dengan cepat, aku merasa perlu segera ambil ancang-ancang untuk pendidikan lanjutannya nanti. Ke mana SMP-nya, SMU-nya, Perguruan Tinggi-nya (please deh Maaa, aku lulus TK juga belom!). Eh, tapi perlu lhoo ... karena hari gini kalau anak nggak kita bekali dengan pendidikan yang cukup, kalo udah gede nanti anak kita bisa kalah saing. Secara, sekarang ini udah banyak orangtua yang 'berani' menyekolahkan anak di sekolah-sekolah berkualitas meskipun biayanya sangat mahal!

Terus, gimana dong? Wah, kalau ditanya sekarang ya sebenarnya aku juga belum kebayang. Tapi paling nggak, cita-cita untuk menyekolahkan Raphita dan Ravelio setinggi-tingginya di sekolah berkualitas sudah terekam di otak. Sekarang tinggal cari cara, gimana supaya mereka benar-benar bisa bersekolah di sekolah yang bagus. Persiapan Asuransi pendidikan, plus mencari penghasilan tambahan buat tabungan :)